Mengapa Bayi Mengulet? Penjelasan & Solusinya

Banyak sekali pertanyaan yang sering diajukan kepada saya, kenapa bayi baru lahir sering sekali mengeluarkan suara seperti “mengulet” (layaknya tubuh orang dewasa yang sedang pegal-pegal).

Benarkah aktifitas seperti ini beresiko buruk? Atau ini hal yang lumrah terjadi pada bayi juga orang dewasa. Disini saya akan memberikan sedikit pengenalan dan penjelasan penting tentang proses mulai dan apa yang menjadi pemicunya.

Arti kata mengulet sendiri hampir sulit ditemukan jika kita mencarinya melalui internet pencarian kata tersebut merujuk pada kata menggeliat. Memang ada definisi istilah kedokteran itu sendiri, tapi yang terpenting bagi kita adalah mampu mengenal dan memahaminya.

Apa itu Mengulet

Mengulet, respons alami tubuh ketika kita bangun tidur, duduk  kelamaan, dan bosan. Rasanya itu lo! Nikmat tiada tara! Ternyata, bukan orang dewasa saja yang senang mengulet, tetapi bayi juga sering.

Nah, mengulet pada bayi, jika terlalu sering takutnya bisa bikin bagian tubuhnya cedera. Padahal ketika kita sedang meregangkan tubuh ada sensor motorik yang dibangunkan oleh sistem saraf kita untuk mulai aktivitas.

Kondisi Bayi Saat Mengulet

Sebenarnya, keadaan mengulet banyak dijumpai pada bayi yang baru lahir. Dan biasanya sering terjadi sampai usia bayi 2 bulan. Ketika bayi sudah memasuki usia 3 bulan, bayi mulai adaptasi dengan baik terhadap tubuhnya.

Bayi yang mengulet ini biasanya disebabkan karena otot pegal, kolik  yang membuat perut bayi dipenuhi gas, gelisah, ingin pipis, kentut. Dan lain sebagainya.

Bayi mengulet juga sebagai tanda kalau sensor motorik bayi bekerja dengan baik. Kegiatan alami yang dilakukan setiap manusia. Hanya jika sering terjadi, terutama bayi yang masih belum bisa mengontrol tubuhnya, kemungkinan cedera bisa terjadi.

bayi mengulet mengenal dan memahami
bayi mengulet

Pijat Mampu Meredam Frekuensi Ngulet Bayi

Mama tidak perlu khawatir. Pijatan yang tepat dan rutin ternyata dapat mengurangi bayi mengulet. Pijatan bayi di usia awal kelahiran, membantu tubuh bayi rileks dan tenang.

Pijatan dengan tekanan yang benar oleh orang yang berpengalaman dapat menenangkan perasaan bayi. Memijat seluruh tubuh bayi juga dapat menstimulasi respon sensor bayi. Selain itu dapat membangun rasa tenang dan percaya dalam perkembangan emosi bayi.

Sebaiknya, pijatan dilakukan minimal seminggu sekali. Kenapa? Karena tubuh bayi sering kali bergerak aktif, terutama bagian lengan dan kakinya, seperti menarik atau meregangkan seluruh tubuhnya yang bisa menyebabkan otot tertarik dan tegang. Dengan memijatlah bayi lebih rileks, gerakan yang aktif jadi teratur dan seimbang.

Baca juga : Pijat Bayi Kembung

Mengulet juga bisa karena bayi sedang kolik. Pijatan perlahan tapi tegas di seluruh tubuh bayi, dapat mengurangi kolik. Perasaan tenang setelah dipijat, juga membuat bayi tidak mudah bingung dan rewel. Sehingga mengurangi bayi mengulet.

Jadi, mama tidak perlu khawatir kalau melihat buah hati mama sering mengulet di awal bulan kelahiran. Seiring waktu, semua tumbuh kembang si kecil semakin sempurna.

Leave a Reply

Your email address will not be published.